Selamat datang di Inspicio’s Weblog!
Sementara blog ini masih under-construction!
So, be patient…
Untuk sementara kunjungi dulu blog yang satu ini!
Selamat datang di Inspicio’s Weblog!
Sementara blog ini masih under-construction!
So, be patient…
Untuk sementara kunjungi dulu blog yang satu ini!
{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }
Martin Said:
on September 18, 2007 at 7:36 am
Dear Inspicio,
Dari hari ke hari milis kita semakin sepi saja ya. Hari ini saya buka milis kita tercinta ini dan ada berita dari Romo Kandar mengenai blog Inspicio yang sudah kelar dibuatnya. Di situ, Romo Kandar juga menginfokan kepada beberapa teman: Frater Budi dan Frater Deby untuk menulis, semoga sudah dibaca dan akan segera ditanggapi dengan tulisan. Kalau kita bandingkan dengan milis tetangga, ada DHF (Diskusi HRD- Forum) ada juga FPK (Forum Pembaca Kompas), milis kita ini terasa kesepian sobat. Mengapa bisa seperti ini?
Dalam hal ini, tentu tidak ada yang salah. Yang tidak nongol di milis bukan berarti mereka salah dan harus di hukum. Karena belum ada aturan hukum untuk itu bahwa yang tidak aktif di milis akan didenda 20 juta atau pidana kurungan seumur hidup. Lha wong yang jelas salah saja, tidak bisa dihukum di negara kita ini.
Teman-teman, aku hanya ingin cerita saja tentang kegundahanku sebagai anggota milis. Terlebih aku ingin sharing tentang kegundahanku sebagai warga negara Indonesia. Kabar yang aku dengar akhir-akhir ini semakin memilukan saja. Yang terakhir adalah tadi malam, Angklung kesenian asli kita sudah cukup terkenal di Malaysia. Dan rencananya akan diakuisisi atau dipatenkan oleh mereka. Tempe sudah dipatenkan Jepang, Batik sudah dipatenkan Malaysia. Apakah angklung juga akan dipatenkan negeri lain? Lalu, apakah yang akan dipatenkan negeri ini? Korupsi! Mungkinkah, kita patenkan korupsi ini sebagai salah satu kekayaan intelektual negeri ini.
Bangsa lain juga semakin berani saja dengan kita. Sebut saja SIngapura, negeri kecil tetangga kita itu. Beberapa waktu yang lalu berani mau memakai wilayah udara dan perairan kita untuk latihan perang. Bahkan dia berani mengancam kalau tidak diperbolehkan maka akan ada kesepakatan kerjasama tertentu yang dicabut. Atau Malaysia yang sudah sering menginjak-injak harga diri para TKW/I yang ada di sana. Dan anehnya pemerintah diam saja. SBY tidak bergerak. Negeri ini makin dibiarkan atau bagaimana ya?
Bagaimana menurut teman-teman?
Salam
martin